Qhiey's Teritory

Laporan Observasi dan Wawancara Tentang Perencanaan Pelajaran FISIKA di SMP N 1 Banuhampu, Kab. Agam. Sumatra Barat

Posted on: October 28, 2010

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Penyelenggaraan proses belajar mengajar (PBM) menuntut guru untuk menguasai isi atau materi bidang studi yang akan diajarkan serta wawasan yang berhubungan dengan materi tersebut. Selain itu guru juga harus memiliki kompetensi pedagogik, sehingga guru dapat memainkan perannya sebagai fasilitator bagi pembelajaran siswanya. Sebagai penyelenggara PBM guru juga harus dapat mengembangkan sikap positif siswa dan dapat merespon ide-ide mereka. Guru harus dapat menerapkan inovasi-inovasi baru dalam pendidikan khususnya inovasi pembelajaran di kelas sebagaimana yang telah direkomendasikan para pakar pendidikan agar dapat memenuhi tuntutan kurikulum.

Awal 2006 ujicoba KBK dihentikan, muncullah KTSP. Perbedaan yang paling menonjol adalah pendidik lebih diberikan kebebasan untuk merencanakan pembelajaran sesuai dengan lingkungan dan kondisi peserta didik serta kondisi di mana sekolah berada. Hal ini disebabkan oleh karangka dasar (KD), standar kompetensi lulusan (SKL), standar kompetensi dan kompetensi dasar (SKKD) setiap mata pelajaran untuk setiap satuan pendidikan telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. Jadi pengambangan perangkat pembelajaran, seperti silabus dan sistem penilaian merupakan kewenangan satuan pendidikan (sekolah) dibawah koordinasi dan supervisi pemerintah Kabupaten/Kota.

  1. Tujuan

Tujuan dari observasi ini adalah untuk:

  1. Mengetahui bagaimana cara seorang guru merancang suatu perangkat pembelajaran.
  2. Sebagai Ujian MID semester mata kuliah Perencanaan pembelajaran
  3. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini metode yang dipakai adalah :

  1. Wawancara
  2. Studi Pustaka ( Memperoleh informasi dari buku dan internet )
  3. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah wawasan mengenai perencanaan pembelajaran dan permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran

BAB II

HASIL OBSERVASI / WAWANCARA

  1. Program Yang di rancang Oleh Guru

Pada akhir tahun ajaran, para pendidik akan disibukkan dengan penyusunan perangkat pembelajaran yang akan diajarkan pada tahun ajaran selanjutnya. Dalam hal ini pendidik akan menyusun program tahunan, program semester, silabus dan RPP.

Dalam merancang suatu perangkat pembelajaran, pendidik menggunakan sumber berupa buku pelajaran yang sudah disediakan oleh pustaka, namun tak jarang ditemukan guru menggunakan buku – buku lain yang dibeli secara pribadi untuk menunjang pembelajaran siswa.

Terkadang setiap guru yang mengajar pada mata pelajaran yang sama akan saling bertukar pakai buku pegangan, untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

  1. Proses penghasilan program

Dalam menghasilkan perangkat pembelajaran para pendidik merancang secara berkelompok atau biasa disebut MGMP (Musyawarah Guru mata Pelajaran) yang mana seluruh guru yang mengajar pada mata elajaran yang sama di satu lingkungan yang sama saling bekerja sama dalam penyusunan program tahunan, program semester, silabus dan RPP.

Khusus untuk mata pelajaran FISIKA di SMP Negeri 1 banuhampu, silabus yang digunakan adalah  silabus yang dikeluarkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) hal ini dilakukan karena ujian yang diperuntukkan untuk pembelajaran fisika (IPA) bersifat nasional, jikalau menggunkan silabus yang dirancang sendiri oleh sekolah maka nantinya sekolah akan ketinggalan karena apa yang diajarkan akan berbeda dengan silabus. Maksudnya disini adalah, pada pelajaran IPA SMP, mata pelajarannya dibagi dua,  fisika dan  biologi. Pada silabus yang dirancang oleh sekolah mata pelajaran fisika dan biologi diajarkan serentak, sehingga selama satu tahun siswa akan mempelajari keduanya. Namun pada silabus, mata pelajaran biologi dan fisika dipisah. Biologi diletakkan di semester pertama dan fisika di semester kedua. Hal inilah yang nantinya menyebabkan munculnya kebingungan siswa.

Sedangkan untuk RPP setiap guru merancang sendiri tatanan yang sesuai menurut masing – masing guru. Hal ini tidak dilakukan secara musyawarah lagi.

  1. Masalah dalam pengembangan program & cara mengatasinya

Dalam pengembangan program guru tidak sepenuhnya mengikuti tata cara penyampaian materi yang ada di dalam silabus. Guru menyesuaikan situasi kelas / situasi peserta didik dan sarana prasarana sekolah. Dalam mata pelajaran FISIKA, tentunya akan banyak praktek yang dilakukan oleh siswa, namun karena keterbatasan alat praktek, maka tak semua hal dapat lansung di praktekkan. Sehingga pembelajaran akan dilakukan dengan metode ceramah atau diskusi.

Menurut Ibu Ermawati selaku guru mata pelajaran FISIKA di

SMP N 1 Banhuhampu, bahwasannya tak selamanya praktek memberikan hasil yang optimal, karena tidak semua siswa yang melakukan praktek, kebanyakan sisa hanya bermain – main saja dan tidak serius dalam praktek. Namun jika di paparkan saja otomatis siswa juga tidak akan paham seratus persen.

Oleh sebab itu dalam pembelajaran, Ibu Ermawati lebih cenderung menrangkum keduanya, yaitu setelah dilaksanakan nya praktek, akan dilanjutkan dengan diskusi kelompok, siswa akan ditunjuk secara acak untuk menyampaikan hasil praktek sebelumnya. Sehingga semua siswa secara tidak lansung akan ikut berpartisipatif di kelas dan akan mencoba untuk konsen dalam pembelajaran (baik teori maupun praktek) karena dengan cara pemilihan acak dalam penyampaian materi, mau tidak mau siswa akan berusaha untuk memahami setiap materi yang ada.

BAB III

ANALISIS

Pengembangan kurikulum mencakup beberapa tingkat, yaitu pengembangan kurikulum tingkat nasional, kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP), silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).

Penyusunan silabus mengacu pada KTSP dan perangkat komponen – komponennya yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi dan standar isi yang dikembankan oleh BSNP. Sekolah yang mempunyai kemampuan mandiri dapat mengembangakan KTSP dan silabus yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya dengan mendapat pengawasan dari Dinas Pendidikan setempat.

Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan oleh sekolah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP, dengan memperhatikan prinsip – prinsip sbb, ( Permendiknas, No. 22 Tahun 2006 ) :

  1. a. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan

peserta didik dan lingkungannya

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik  memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.

  1. b. Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik

peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang serta jenis pendidikan, tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat istiadat, serta status sosial ekonomi dan gender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

  1. c. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,  teknologi, dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,

teknologi dan seni berkembang secara dinamis, dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

  1. d. Relevan dengan  kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

  1. e. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang

kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

  1. f. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan dan

pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal dan informal, dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

  1. g. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional

dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Melalui wawancara yang penulis lakukan terhadap salah seorang guru mata pelajaran fisika di SMP N 1 Banuhampu diketahui bahwa guru merancan suatu perangkat pembelajaran secara berkelompok  atau biasa disebut MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran). Yang mana hal ini sesuai dengan fungsi dari organisasi guru. Dimana dalam MGMP yang dilakukan satu kali dalam seminggu ini bertujuan untuk menyusun perencanaaan pembelajaran yang tepat untuk anak. Sehingga guru bisa menjadi lebih mandiri dan bner – benar mengenal siswanya.

Dalam hal ini MGMP tidak hanya berfungsi sebagai organisasi yang bertujuan untuk menyusun perangkat pembelajaran.

Namun juga berfungsi untuk memevahkan permasalahan yang timbul dalam pembelajaran.

Meskipun Ibu Ermawati selaku pendidik tidak seutuhnya menggunakan strategi pengajaran yang tertera pada silabus, namun tujuan pembelajaran bisa tercapai lebih optimal. Karena dalam hal ini pendidik menyesuaikan dengan kondisi / situasi soswa. Misalnya dalam hal pratikum, tidak semua siswa tertarik dengan pratikum, sehingga pada saat pratikum, mereka hanya bermain – main saja.

Oleh sebab itu pendidik mengambil antisipasi lain dengan cara melakukan diskusi kelompok dimana kelompok yang akan menyampaikan laporan dipilih secra acak. Sehingga semua siswa akan berusaha untuk focus terhadap pratium dan juga teori.

BAB IV

KESIMPULAN

Dari hasil wawancara dan observasi lansung ke lapangan dapat disimpulkan bahwa seorang pendidik yang baik, dituntut untuk bisa menyusun perangkat pembelajarannya sendiri. Oleh karena itu pendidik akan lebih memahami peserta didiknya sehingga proses pembelajaan akan mencapai tujuan secara optimal.

Penyusunan perangkat pembelajaran ini dilakukan guru sebelum tahun ajaran baru masuk, sehingga di awal tahun ajaran baru perangkat pembelajaran sudah bisa digunakan. Perangkat pembelajaran ini sebagian besar dibuat secara berkelompok (MGMP). perangkat ini dapat diselesaikan secara cepat karena masing – masing angoota kelompok saling bekerjasama dan berbagi tugas.

Dalam hal ini MGMP berfungsi tidak hanya sebagi wadah untuk menyusun perangkat pembelajaran, namun juga sebagi wadah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi se;lama pross pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan. Bandung: PT Remaja

Rosdakarya Offset

Sa’ud, Syaefudin & Abin Syamsuddin Makmun. 2007. Perenacaan Pembelajaran

(Suatu Pendekatan Komprehensif). Bandung : PT Remaja Rosdakarya Offset

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Chat wiTh me

Qyu Qhiey =QQ=

Makasiiih udah berkunjung ke bLog saya ini, semoga bermanfaat bagi pembaca semua,, bagi yang ingin menyun ting isi blog ini dipersilahkan namun dengan syarat harus meninggalkan comment d postingan yang d kutip,, terima kasiih,,,

Blog Stats

  • 61,256 hits
October 2010
M T W T F S S
« Sep   Nov »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Categories

%d bloggers like this: